Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Me

New Articles

1 2 3 4 5

Jumat, 05 November 2010

Matematika Kehidupan

Teman, Percaya atau tak percaya, apa yang kita lakukan dalam hidup ini seperti operasi pejumlahan dan pengurangan dalam matematika. Dan operasi-operasi tersebut berlaku pada kita. Begitu indah Allah mengatur dan menjawab hasil dari setiap penjumlahan dan pengurangan yang kita lakukan. Allah pasti akan menjawab dengan jujur dan benar menurut logika matematikanya. Allah tidak akan mengurangi dan menambahkan pada hasil yang kita lakukan dalam operasi-operasi tersebut. Allah Maha Indah dengan jawaban yang ia berikan kepada kita sebagai makhluknya atas operasi-operasi tersebut.

Sebagai bentuk penalaran bahwa matematika itu berlaku dalam hidup, jika kita mengoperasikan 2+2 belum tentu jawabannya yang pasti benar dan hanya berlaku mutlak adalah 4. Bukan hanya 4 jawaban yang benar terhadap operasi 2+2, jika dijawab dengan 2+2=3+1 pun BENAR. Atau 2+2=8:2 pun tak akan ada orang berani menyalahkan. Ini mengindikasikan bahwa kebenaran itu relatif dari sudut mana kita melihat tapi, yang pasti dan jelas kebenaran itu ada 1 jawaban. Toh 4=2+2=3+1=6-2=8:2 dan masih banyak lagi sama dengan-samadengan yang lain yang jawabannya tak terhingga dan tak terbatas seperti kekuasaan-Nya. Jadi, tidaklah salah jika W.S.Rendra dalam puisinya mengatakan ”Tuhan itu seniman yang tak terduga”. Karena Allah Maha Indah dengan semua jawabannya dan tak tahu kita jawabannya.

Begitupun dengan hidup ini, jika kita ingin memperoleh suatu kesuksesan hidup ini ,misal kesuksesan= 100. Maka untuk mencapai kesuksesan yang bernilai 100 tersebut kita harus melakukan penjumlahan-penjulahan angka sehingga mencapai angka 100. Misal dalam memperoleh kesuksesan yang bernilai 100 tersebut kita menambahkan 19 niat, 46 usaha, 22 kegigihan, 12 kesabaran maka allah Allah pun pasti akan menjawabnya dengan 99 atau 100-1 atau yang lainnya yang peluang jawabannya hampir mendekati limit 0. Toh, memang benar dari penjumlahan yang kita lakukan belum mencapai 100. Kurang 1. Yah kurang 1. Mungkin yang 1 itu adalah doa.

Dan apabila memang benar kita telah menjumlahkan semuanya dan dalam perhitungan kita telah mencapai angka 100. Belum tentu Allah akan menjawabnya dengan benar-benar angka 100. Karena angka 19+46+22+12+1=100=200:2=104-4=30+70=... hingga persamaan yang tak terbatas oleh kemampuan manusia untuk menuliskannya. Dan terkadang kita pun harus melakukan pengurangan dari semua penjumlahan yang kita lakukan. Misal kita melakukan penjumlahan yang tadi 19 niat+46 usaha+22kegigihan+12 kesabaran+1 doa bisa jadi Allah akan menjawabnya hanya dengan 94. Kita harus berfikir ulang mungkin ada kesalahan dalam setiap penjumlahan tersebut. Bisa jadi di dalam unsur 12 niat tersebut ada 6 nilai dari niat itu yang bukan milik kita. Kita niat karena sesuatu yang lain. Bukan karena Allah dan Kebaikan. Maka kita harus mengurangi 6 nilai itu dan menambahkannya lagi dengan 6 yang memang milik kita. Sehingga kita bisa memperoleh kesuksesan yang berniali 100 tersebut.

Allah Maha sempurna dan menuntut kesempurnaan dalam setiap operasi yang kita lakukan. Jangan pernah ragu untuk melakukan operasi-operasi penjumlahan atau pengurangan untuk mencapai kesuksesan yang bernilai 100 tersebut. Dan tidak ada yang terjadi kebetulan dalam hidup ini. Karena semuanya terjadi sesuai dengan proses implikasi sebab dan akibat. Salah BESAR jika para matrialist mengatakan bahwa kehidupan ini terjadi dengan sendirinya dan merupakan suatu hasil proses yang kebetulan. Kehidupan terjadi karena ada yang menciptakan. Dan siapa yang menciptakan kehidupan? Allah. Allah yang maha meciptakan dan menjawab semua operasi-operasi matematika yang kita lakukan di dunia ini. Dan Yakinlah Allah akan menjawab sesuai dengan apa yang kita lakukan dalam operasi-operasi kehidupan tersebut. Walaupun peluang jawaban yang benar-benar kita inginkan mendekati limit nol (0) dan bisa saja dijawab dengan persamaan jawaban yang tak terhingga banyaknya. Itulah implikasi kehidupan yang pasti. Semua jawaban tergantung apa yang kita lakukan. Jadi, Teruslah berjuang dan berdoa teman, dan Selalulah berfikir positif terhadap keputusan Allah. Yang pasti Allah akan menjawab sesuai penjumlahan dan pengurangan yang kita lakukan. Walau hasil jawaban itu belum bisa dinikmati saat ini pasti Allah akan memberikannya nanti. Nanti di kehidupan yang pasti terjadi. Dan Mudah-mudahan kita semua dapat mencapai kesuksesan yang bernilai 100 tersebut. Amin,... ALLAHUAKBAR!


By : Agus Sutopo (Jakarta, 7 Februari 2010)
Read More...

Minggu, 31 Oktober 2010

12 Kebiasaan Produktif Yang Dianjurkan

1 Sediakan lebih banyak waktu untuk membaca dan sediakanlah waktu 15 menit untuk memikirkan dan mengendapkan bacaan Anda.
Ingat-ingatlah bacaan yang pernah Anda baca sebelumnya dan hubungkan dengan yang barusan Anda baca hari ini. Begitu seterusnya.

2 Khususkan waktu tertentu untuk menyendiri dan merenung 20 menit sehari.
Waktu yang paling tepat untuk merenung adalah sebelum subuh.
Duduklah dengan rileks supaya nafas Anda keluar secara teratur. Pejamkan mata. Aturlah nafas secara teratur. Tarik nafas dari hidung dan keluarkan melalui mulut. Ikuti pernafasan itu dengan pikiran Anda. Mulailah merenung tentang apa saja, tidak perlu ditentukan judulnya.
Efek dari kebiasaan ini adalah Anda akan terbiasa melakukan pemikiran vertikal; berpikir ke atas juga akan meluaskan, dan melegakan perasaan Anda, serta ketenangan luar biasa

3 Pertahankan stamina spiritual Anda melalui ibadah mahdhah yang rutin.
Misalkan:
Shalat sunat rawatib min. 4 atau 6 rakaat sehari
Shalat lail min. 4 rakaat dan witir min 1 atau 3 rakaat
Baca Al Qur’an ½ juz atau berapa pun yang Anda dapat lakukan.
Bacalah dzikir di pagi dan di sore hari, atau min. 1 kali.
Satu kali dalam sepekan lakukan khalwat dan dzikir yang jauh lebih banyak dari hari-hari biasa. Perlu meluangkan waktu 1-2 jam untuk melakukan hal tersebut.
Walaupun dimulai dari yang kecil dan sedikit tetapi yang paling penting dilakukan secara konsisten sehingga akan menjadi kebiasaan hidup Anda.

4 Jagalah kondisi fisik Anda melalui:
- Makan yang teratur dan bergizi
- Istirahat yang cukup (waktu tidur dihitung bukan jumlah tidurnya tapi relaksasinya). Janganlah tidur sebelum Anda benar-benar ingin tidur, kecuali jika Anda sudah mempunyai jadwal yang teratur. Terlalu banyak tidur akan membuat Anda mudah mengantuk.
-Olahraga ringan yang rutin
Bagian fisik yang sangat menentukan emosi adalah:
àDada; jika Anda lemah pada paru-paru dan jantung maka itu akan memengaruhi Anda. Push-up baik laki-laki maupun wanita akan memperkuat bagian dada.
Tulang belakang; olah raga yang dianjurkan Rasulullah untuk memperkuat tulang punggung adalh memamnah, menunggang kuda, dan berenang
Bagian tangan dan kaki yang perlu diperkuat.

5 Tingkatkan kepekaan emosional Anda melalui seni dan alam.
Anda perlu membaca buku-buku sastra, seni, dan puisi. Cobalah menghafal beberapa puisi, nasyid atau lagu-lagu tertentu sebagai bentuk apresiasi.

6 Buatlah rencana perjalanan wisata.
Jalanlah di muka bumi dan makanlah rezki Tuhanmu.
Jika Anda melakukan perjalanan ke suatu daerah, Anda perlu membuat standar tentang apa yang perlu Anda ketahui dari daerah tersebut. Aspek ekonomi, sosial budaya astau lainnya. Jangan sekedar menikmati pemandangannya. Sehingga setiap kali pergi, Anda akan mendapatkan pengetahuan baru.

7 Luaskanlah wilayah pergaulan Anda.
Anda sebaiknya perlu memperkuat kemampuan komunikasi untuk memperluas jenjang usia teman atau sahabat Anda. Ada baiknya Anda memilih teman yang pengetahuannya lebih banyak dan lebih baik daripada Anda. Karena dari situlah Anda menerima lebih banyak.

8 Tingkatkan kontrol terhadap pikiran-pikiran yang memenuhi benak Anda.
Pikiran-pikiran itu harus dikontrol dengan ketat sebab pikiran itulah yang menciptakan atau mememngaruhi suasana jiwa dan melahirkan tindakan.

9 Biasakanlah mencatat gagasan secara teratur.
Pikiran itu seperti wanita; yang dapat hamil dan beranak. Sutau ide memerlukan proses pematangan. Dengan mencatat, berarti Anda telah melakukan proses pematangan ide atau gagasan dengan pengendapan dalam memori yang lebih kuat.

10 Biasakan lebih banyak diam dan mendengar daripada bicara.
Ciri orang intelek menurut Islam yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah Alladziina yastami’uunal qaul; orang yang mendengarkan perkataan orang lain, fayattabiuuna ahsanah; dan mengikuti yang baik dari perkataan itu. Yaitu orang yang mau mendengarkan dan menanalisis.
-Sebaiknya Anda harus benar-benar yakin bahwa apa yang akan disampaikan adalah sesuatu yang sudah Anda pikirkan
-Kurangilah perkataan-perkataan yang muncul secara refleks
-Biasakanlah diam atau merenung. Diam dalam pengertian bahwa Anda hanya berbicara jika Anda dibutuhkan.

11 Kontrol emosi agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh sanjungan dan kritikan.
Biasakan agar ekspresi emosi Anda tidak mudah terlihat melalui wajah, apalagi melalui ucapan atau tangan. Ketika Anda ingin mengekspresikan emosi, pertama-tama gunakan mata; kemudian melalui rona wajah secara keseluruhan, setelah itu baru Anda mengeluarkan suara, dan fisik jika merasa perlu.
Orang yang langsung mengekspresikan emosi melalui tindakan fisik, biasanya lemah.

12 Lakukanlah latihan pernafasan secara teratur.
Tarik nafas melalui hidung, keluarkan lewat mulut; tarik nafas dalam-dalam melalui hidung, kemudian turun ke dada, terus ke perut, naik kembali ke dada. Turun lagi ke perut. Itu sudah cukup asal rutin. Yang kita butuhkan bukan tenaga dalamnya, tetapi keseimbangan peredaraan darah dan kebugaran internal.
NB :
Ketika Anda mengalami stagnasi yang perlu dilakukan adalah bangkit. Stagnasi itu selalu ada dalam hidup. Tidak pernah tidak. Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits mengatakan,
“Pertahankanlah supaya kejatuhan Anda tidak terlalu jauh.”
Dan jika Anda sedang bersemangat, jangalah terlalu mengekspos tenaga. Pertahankan selalu berada pada garis yang normal. Rasulullah mengatakan,
“Hanya dengan kenormalan seperti itu Anda akan sampai ke tujuan.”
Lakukan secara persistent sehingga menjadi kebiasaan positf dan mengakar kuat dalam diri menjadi sebuah karakter dan pribadi yang produktif.

www.kupukupubiru.uni.cc
Read More...

Senin, 12 Juli 2010

Peter Sanders, Fotografer Dunia yang Menemukan Islam

"Fotografi telah mengenalkan Islam kepada Barat," begitu kata Peter Sanders, fotografer kelas dunia yang juga pemilik Peter Sanders Photography Library seperti dikutip harian Al-Watan edisi 29 Januari 2008. Sanders menyatakan bahwa masyarakat Barat banyak yang tak tahu dan tak mengenal Islam secara benar.

Namun, peristiwa 11 September 2001 telah membawa masyarakat Barat untuk mengetahui Islam yang sebenarnya secara lebih mendetail. Termasuk, melalui hasil karya seni atau fotografi, seperti yang dihasilkannya. Karena, menurut Sanders, hasil fotografi yang indah akan lebih cepat memperkenalkan Islam kepada masyarakat Barat.

Sebagai salah satu fotografer legendaris dan ternama, Sanders terbilang unik. Ia tak pernah mengenyam pendidikan fotografi, sebagaimana umumnya para fotografer profesional. Sanders hanya belajar fotografi secara autodidak.

Kursus fotografi pertama Sanders justru dilakukan akhir 1990 di Swiss atau tiga dasawarsa setelah ia malang melintang di jagat fotografi. "Itu pun karena saya mendapat proyek di Arab Saudi yang menuntut penggunaan kamera format besar," tuturnya. Sanders muda mengaku sering kesulitan uang. Tapi, ia berani berspekulasi dengan menjadi seorang fotografer. Ia menjajakan karya-karyanya ke penerbitan, koran, majalah, atau sampul album musik.

Sanders mengaku terjun ke dunia fotografi hanya menuruti panggilan hatinya. Sebab, ia tak memiliki kemampuan dan keahlian yang bisa diandalkan. Lantaran hobi, ia merasa bakal mampu survive di dunia fotografi kendati tanpa harus memiliki titel mentereng.

Saat ini, Sanders memiliki Peter Sanders Photography Library. Ini semacam pepustakaan yang mendokumentasi karya Sanders sepanjang 39 tahun kariernya di dunia Muslim. Ada lebih dari 250 ribu foto dalam bentuk digital di situ. Ia menjualnya untuk keperluan majalah atau buku-buku tentang Islam.

Dunia fotografi profesional sudah Sanders tekuni lebih dari 50 tahun lamanya. Namun, tidak demikian dengan dunia spiritualnya saat ini. Sang fotografer kawakan kelahiran London, Inggris, 64 tahun silam ini memang tidak dilahirkan dari keluarga Muslim. Agama Islam sendiri baru dikenalnya pada saat ia melakukan perjalanan ke India pada 1970.

Ia mulai berkarier dalam dunia fotografi pada pertengan tahun 1960-an. Saat itu, fotografi yang sedang ngetrend adalah mengabadikan bintang-bintang musik terkenal. Begitu juga dengan Sanders. Ia berdiri di bibir panggung para superstar hanya untuk mengabadikan aksi panggung Bob Dylan, Jimi Hendrix, The Doors, The Who, atau Rolling Stones.

Namun, Sanders merasa jiwanya kering. Kejenuhan akan objek yang itu-itu saja dan persepsinya terhadap fotografi akhirnya membawa dia pada sebuah perjalanan yang rumit. Ia merasa dunia fotografi semakin tak menantang. Hal itu membuatnya semakin gelisah. Maka, pada 1970, ia mengembara hingga ke India.

Perjalanan ini pun membawa Sanders pada dunia yang belum pernah dikenalnya. Ia mulai mengenal Islam dan mencoba mempelajarinya. Semakin lama, ia makin terpesona dengan keindahan Islam. "Ketika itu, usia saya baru menginjak 24 tahun. Saya bertanya tentang mati. Usaikah diri kita setelah mati? Pertanyaan itu terus menghantui saya. Saya pergi ke India. Saya belajar Hindu, Buddha, Sikh, dan Islam," ungkapnya mengkisahkan awal mula perjalanannya menemukan Islam.

Saat berada di India, Sanders mengalami peristiwa yang amat berkesan. Pada suatu pagi, saat tengah menunggu kereta api di stasiun yang penuh dengan orang dan hiruk pikuk keramaian, seorang ibu tiba-tiba menggelar tikar di dekatnya. Ibu tersebut lantas melakukan gerakan shalat di situ. Hal ini mengejutkan Sanders. Sebab, selama ini dia memang belum pernah melihat orang shalat.

Kemudian, Sanders bertanya kepada seorang anak muda yang berdiri di dekatnya. "Apakah ini?" Anak muda tersebut menjawab, "Ini nenek saya. Dia seorang Muslim. Ia sedang shalat." Momen tersebut terus terekam dalam ingatannya.

Setelah perjalanan ke India tersebut, ia kembali ke Inggris dan mendapati teman-teman lamanya banyak yang terjerumus dalam penggunaan narkoba. Namun, beberapa orang temannya ada yang menjadi Muslim dan terhindar dari dunia narkoba dan kehidupan malam. Dari sini, ia seakan mendapatkan petunjuk. "Inilah jalan yang harus saya tempuh." Begitu batinnya mengatakan. Akhirnya, ia memutuskan masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Abd al-Adheem.

Di sebuah koran beberapa tahun lalu, Sanders membuka rahasia mengapa ia memilih Islam. Menurutnya, tak ada yang menariknya kepada agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW, selain yang menciptakan manusia. "Tuhanlah yang memilihkan untuk saya," katanya.

Maka, seusai mendeklarasikan keislamannya ini, Sanders tampak makin bersahaja. Ia tak lagi merasa kering dan gersangnya hati. Islam memberi roh pada pekerjaannya. Islam juga mengilhaminya pada sebuah jalan baru untuk makin menekuni dunia fotografi, namun dengan objek yang berbeda.

Tahun itu juga, Sanders memutuskan pensiun menjadi fotografer selebriti. Ia memulai pengembaraannya ke negeri-negeri Muslim. Tiga bulan setelah masuk Islam, ia berkesempatan menunaikan ibadah haji ke Makkah atas biaya dari seorang kenalannya.

Saat menunaikan ibadah haji, Sanders mendapat kesempatan untuk memotret Ka'bah dan lautan jamaah haji dari jarak dekat. Pada tahun 1971, saat itu masih terbilang sulit untuk bisa mengambil gambar di Makkah dan Ka'bah pada khususnya serta lokasi lain di Arab Saudi.
Namun, berkat keuletannya, dia mendapatkan izin dari orang yang tepat dan terpandang di Arab Saudi saat itu.

Foto-foto perjalanan spiritualnya dimuat di media-media utama Barat untuk pertama kalinya, seperti The Sunday Times Magazine dan The Observer. Dan, mulai saat itulah, Peter Sander alias Abd AlAdheem makin terkenal.

Copas dari:REPUBLIKA.CO.ID
Read More...

Sabtu, 26 Juni 2010

Mengapa Engkau Mengejar Kekuasaan?

oleh: Mashadi

Manusia tak akan pernah bisa lepas dari ‘tahta, harta, dan wanita’. Tiga ‘t’ ini terus menggelayuti kehidupan manusia. Inti nafsu manusia kepada dunia, adalah nafsu yang hidupnya hanya diorientasikan semata kepada tiga ‘t’ itu. Ujian iman bagi orang-orang mukmin, berupa tiga ‘t’, yang banyak menyebabkan luruhnya iman dan aqidahnya. Tak banyak orang-orang mukmin, ketika diberi nikmat berupa tiga ‘t’ itu dapat selamat.

Kebanyakan mereka tersungkur, dan akhirnya menjadikan tiga ‘t’ itu sesembahan mereka. Tiga ‘t’ mengalahkan ketundukan, kethaatan, dan ubudiyahnya kepada Allah Azza Wa Jalla.

Setan akan terus menggerogoti iman dan aqidah orang-orang mukmin dengan tiga ‘t’ itu. Janji atau sumpah iblis (setan) kepada Allah Azza Wa Jalla, tak lain, mereka akan menggoda anak Adam, sampai hari kiamat melalui pintu tiga ‘t’ itu. Karena, memang manusia termasuk orang-orang mukmin secara instinktif (naluri) menyukai adanya tiga ‘t’.

Orang-orang kafir Yahudi, mereka mula-mula beriman, dan menjadi ingkar dan mendurhakai Allah Rabbul Alamin, karena mereka lebih mengutamakan tiga ‘t’ itu. Tiga itu menjadi senjata yang paling utama, bagi orang-orang kafir semacam bangsa Yahudi untuk menghancurkan kaum mukminin.

Gambaran yang sangat absurd di dalam sejarah, adalah ketika bangsa Yahudi,yang diselamatkan oleh Nabi Musa Alaihi Sallam, dan berhasil menyeberangi laut Merah, dan sampai di Palestina, ketika mereka sudah selamat di negeri yang diberkahi itu, kembali mereka menjadi kafir dengan menyembah anak sapi emas, yang dibuat oleh Samiri.

Orang-orang kafir, diantaranya hidupnya hanyalah untuk ‘bersenang-senang’ dan ‘makan’.(QS: 2 ayat 30). Seperti binatang ternak. Makan dan sek. Dari sini pula lahirnya, apa yang disebut paham materialisme, yang sangat memuja benda dan kenikmatan duniawi.

Seperti digambarkan oleh Allah Ta’ala, manusia itu memang menyukai wanita, harta benda, anak-anak, kebun, dan jenisnya lainnya. (QS: 3 ayat 14). Sehingga, karena orientasi manusia pada tiga ‘t’ itu, manusia menjadi lupa akan asal-usulnya. Manusia menjadi lupa akan hakekat dirinya. Manusia menjadi sombong, dan jauh dari rasa syukur. Melupakan asal kejadian dirinya, dan kemudian menjadi ingkar dan kafir. Karena sudah terjerumus ke dalam kehidupan yang lebih kenikmatan dunia semata. Padahal, mereka akan dikembalikan kepada Penciptapanya, kelak sesuda hari Kiamat.

Tetapi, diantara tiga ‘t’ itu, yang sangat menjadi keinginan manusia, ialah untuk mendapatkan kekuasaan. Kekuasaan bagi manusia yang sudah tersusupi pemikirannya oleh pengaruh iblis dan setan, berusaha dengan segala cara mendapatkannya. Nafsu mendapatkan kekuasaan itu, mendorong jiwa manusia menjadi sangat keras, dan tidak lagi memperhatikan norma agama.

Dengan kekuasasan manusia memiliki kewenangan. Kewenangan yang dimilikinya dapat digunakan untuk mendapatkan kenikmatan yang lainnya, berupa harta dan wanita. Para penguasa dan pemimpin yang memiliki kekuasaan, menjadi lupa, dan hanya nafsunya yang dominan. Karena, orang yang berkuasa seperti meminum air laut, tak akan pernah puas. Semakin banyak mereguk air laut, terasa semakin dahaga.

Maka, orang yang sudah berkuasa tidak pernah merasa puas. Selalu terus berusaha untuk mendapatkan kekuasaan. Selama-lamanya. Tak ada penguasa yang sudah memegang kekuasaan akan dengna suka rela melepaskan jabatan kekuasaannya. Orang-orang yang sudah berkuasa dan memegang kekuasaan sangat takut kehilangan kekuasaan. Maka orang yang berkuasa itu, akan berusaha mempertahankan kekuasaan dengan berbagai cara.

Kekuasan menjadi sumber segala sumber. Kekuasaan menjadikan manusia terkenal, dihormati, disegani, ditakuti, diikuti, dan semua apa yang menjadi ucapannya menjadi sebuah dekrit yang tidak tertulis seakan menjadi undang-undang. Rakyat atau para pengikutnya dengan tanpa reserve akan patuh, tunduk, dan taat melaksanakan apa saja yang sudah menjadi doktrin dan kebijakannya.

Kekuasaan bagi orang-orang yang memiliki ambisi atau ambisius, digunakan dengan sangat efektif untuk mewujudkan keinginan nafsunya. Harta dan wanita adalah tujuan utama. Tak heran para penguasa atau orang yang memiliki kekuasaan itu menjadi tamak dan rakus, dan tanpa sedikitkpun ada rasa malu, dan tanpa sedikitpun adanya rasa takut, dan terus akan menumpuk harta, dan memuaskan nafsunya dengan perempuan, yang sudah menjadi bagian hidupnya.

Orang-orang Yahudi yang sudah sangat paham dengan kelemahan orang-orang mukmin, tak perlu dengan berbagai macam theori, tetapi cukup dengan memberikan harta sebanyak-banyaknya kepada para pengausa atau orang yang berkuasa dikalangan orang mukmin, dan sudah akan tunduk, dan mengikutinya apa yang menjadi kehendak orang-orang Yahudi kafir. (QS: 2:120). Orang mukmin yang sudah mengikuti hawa nafsu Yahudi, maka mereka akan menjadi budak kaum Yahudi, dan hidupnya penuh dengan kehinaan, tanpa memiliki izzah dan marwah.

Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, memiliki izzah dan marwah, karena Beliau tidak sedikitpun terpengaruh oleh bujukan yang busuk dari Abu Sofyan, yang akan memberikan tiga ‘t’ kepada Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salam, dan diminta menghentikan dakwahnya.

Tetapi, generasi baru Islam, yang sekarang ini banyak terlibat pergerakan, banyak diantara mereka yang luruh, dan masuk ke jurang kehinaan, serta jatuh ke dalam pelukan Yahudi dan musuh-musuh Allah, karena mereka sudah kehilangan orientasi dan tanpa ada tujuan yang jelas. Akhirnya mereka hanya menjadi orang-orang yang mengabdi kepada tiga ‘t’, bukan lagi mencari ridha Allah Azza Wa Jalla.

Harapan untuk mendapatkan kemenangan semakin jauh, karena mereka secara sadar menukar ayat-ayat Allah yang mulia dengan tiga ‘t’, demi memenuhi hawa nafsu, dan keserakahan terhadap kehidupan dunia. Mereka berbicara dengan nilai-nilai yang bersumber dari al-Qur’an, tetapi dalam praktek hidup yang mereka jalankan adalah kehidupan ‘la diniyah’ seperti orang-orang Yahudi. Wallahu’alam.

www.eramuslim.com
Read More...

Jumat, 12 Februari 2010

Hidup Tanpa Tujuan Pasti=MATI

Teman, Apakah kita pernah berfikir sejenak untuk merenungi tujuan pasti kita hidup di dunia ini. Apa yang seharusnya kita cari dan kita lakukan didunia ini? Padahal tanpa mengetahui tujuan pasti kita bagaikan orang yang tersesat yang tak tahu akan kemana dan terombang ambing oleh arah yang tak menentu. Bagaimana kita melakukan hal-hal yang berorientasi pada tujuan kalau kita tak tahu akan tujuan itu. Berapa banyak orang yang hidup di dunia ini yang tidak tahu dan tak pernah mencari tahu apa tujuan pastinya. Sudah banyak, terlalu banyak dan akan membuat jadi lebih banyak lagi jika kita akan mengikuti golongan orang-orang yang nggak ngeh dengan tujuannya. Apa yang terjadi jika kita tidak memiliki tujuan pasti hidup di dunia ini? Tak ubahnya kita seperti orang mati yang tak bisa melakukan apa-apa demi tujuannya. Dan apakah juga kita akan menggabungkan diri dengan orang-orang yang memiliki tujuan tapi bukan tujuan pasti. Hanya tujuan semu belaka. Banyak dan telah juga orang yang telah bergabung dengan kelompok ini. Memiliki tujuan tapi hanya tujuan semu. Yang selalu berorientasi pada keinginan-keinginan semu yang tak pasti.

Apakah tujuan pasti kita hidup didunia ini?... Apakah kita pernah berfikir?... Seharusnya kita tahu dan sudah tahu dari dahulu tujuan itu sejak kita lahir kedunia ini. Karena jauh sebelum kita ada, Allah telah memberikan dan menyebutkan tujuan kita hidup di dunia ini. Jadi, kita tak perlu berfikir lagi untuk menentukan tujuan pasti itu. Dalam Al Qur'an dengan jelas Allah menyebutkan apa tujuan kita hidup didunia ini. “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan Manusia melaikan untuk beribadah kepada-Ku”. Dengan jelas dan gamblang Allah mengatakan Allah tidak menciptakan jin dan kita Manusia selain untuk beribadah kepada Allah. Tak ada tujuan lain yang Allah sebutkan kecuali Beribadah Kepada-Ku(Allah).

Karena kita telah tahu tujuan itu, mari mulai saat ini kita maknai hidup sebagai ibadah kepada Allah. Dan lakukanlah hal-hal yang berorientasi pada tujuan itu. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang mengerti dan dan melakukan hal-hal yang berorientasi pada tujuan pasti. Amin,... ALLAHUAKBAR!

NB: Kak Dio Trima kasih,... Artikel di Blogmu menginpirasi aku (Hidup Tanpa Semangat=Mati)



Created By: Agus Sutopo (Jakarta, 7 Februari 2010)
Read More...

Dengarkan Curhatku: Saat Ku Jumpa Statistika

Sebelum aku benar-benar mengenal statistika. Sungguh tak ada banyangan yang menarik dari statistik. Aku pikir selalu berkutat dengan data-data, rata-rata yang selalu membosankan jika dipandang mata dan yang tak ku tahu datangnya darimana dan untuk apa. Tapi, kini, pemikiran itu berubah . Aku mengerti akan arti pentingnya data dan statistika. Mungkin tak berlebihan jika data itu bagaikan kompas bagi Bangsa ini. Mengapa aku bisa berkata seperti itu? Yah, jika bangsa indonesia yang dengan segudang permasalahannya dianalogikan sebagai seorang pengembara yang sedang tersesat dihutan. Maka, data itulah yang bisa menolongnya menemukan jalan keluar. Mau jalan kemana pengembara itu pasti ia bertanya dengan kompasnya. Ketimurkah? Barat? Selatan? Ia pasti akan bertanya dengan kompasnya.


Sebagai contoh pentingnya data sebagai kompas suatu bangsa, Bangsa itu tak akan mengerti jumlah penduduknya yang masih berada dibawah garis kemiskinan tanpa data dan statistika. Dengan kebodohan dan ketololan bangsa yang nggak ngerti akan data maka bangsa itupun tak akan pernah berfikir untuk menuntaskan masalah kemiskinannya. Maka, tidaklah salah kalau BPS mengatakan bahwa “DATA MENCERDASKAN BANGSA”. Tanpa data bangsa ini akan menjadi bangsa yang tolol yang tak tahu apa-apa apalagi mengerti akan apa yang harus dilakukannya.

Falsafah akan pentingnya data juga tersirat dalam strategi perang Tsun Zhu, seorang pemimpin perang cina yang dalam karirnya tak pernah terkalahkan. Ia berkata’” Untuk memenangkan perperangan maka Kenalilah dirimu, Musuhmu dan Medan Perangmu”. Diapun mengacu pada pentingnya data dalam perperangan. Kenali dirimu maka butuh data, Kenali musuhmu juga butuh data dan kenali Medan perangmu pastinya juga butuh data. Dan Untuk mendapatkan data kita butuh statistika. Itulah data dan statistika.

Ketika aku semakin melihat statistika, semakin kukenal, semakin kupelajari, semakin kumengerti, semakin kusuka... Karena suka yang begitu mendalam maka, akupun tak bisa mengelak bahwa aku harus mengatakan : “Aku Cinta Statistika”....Tuwink2....



By: Agus Sutopo (Jakarta, 6 Februari 2010)
Read More...

Senin, 08 Februari 2010

Kata Mutiara By: Agus Sutopo

Terkadang aku terkagum-kagum dengan keindaha bahasa fiksi, tapi aku lebih suka dengan fakta-fakta logika karena ia selalu jujur dan apa adanya. (Agus Sutopo-Jakarta, 8 februari 2010)
Read More...

Aku Adalah...

Foto saya
Saya adalah mahasiswa. Mahasiswa biasa. Yah,... Mahasiswa biasa memang.Tapi saya punya tekad dan cita-cita sebagai mahasiswa. Walau mahasiswa biasa saya bertekad untuk memiliki prestasi yang LUAR BIASA, membawa perubahan yang LUAR BIASA bagi bangsa dan negara ini dan memiliki kebebasan finansial yang LUAR BIASA. ALLAHUAKBAR!!!